Whistleblowing System Discussion di RTD Penutup Tahun

Pengaduan (tips) menjadi metode deteksi kecurangan dengan presentase tertinggi berdasarkan 2016 Global Fraud Study ACFE sebagaimana tertuang dalam Report to the Nations on Occupational Fraud and Abuse 2016. Hal tersebut diketengahkan sebagai topik diskusi akhir tahun dalam Round Table Discussion ACFE Indonesia Chapter pada Rabu, 20 Desember 2017. Bertempat di Gedung Menara Taspen, praktisi sekaligus Dosen Pascasarjana Universitas Pelita Harapan, Dr. Tanggor Sihombing, MBA hadir sebagai narasumber.

Master of Business Administration University of the East Filipina ini mengajak hadirin untuk berdiskusi tentang sarana pengaduan atau lebih dikenal dengan istilah whistleblowing system khususnya tantangan menjadi whistleblower, tema yang sedang diangkatnya sebagai bahan penelitian.

“Dalam kasus skandal internasional Worldcom, Cyntia Cooper –internal auditor Worldcom– memposisikan dirinya sebagai whistleblower. Karena hal tersebut, ia menghadapi krisis dalam hidupnya dengan tangis dan air mata. Hanya dalam beberapa bulan ia kehilangan berat badan hingga 15 kg. Dengan kondisi tersebut, apakah dia disebut sebagai pahlawan atau seorang troublemaker?” Tanggor memberi studi kasus.

Tanggor menerangkan bahwa munculnya penyebutan troublemaker karena pengaduan tersebut menimbulkan kegaduhan. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pihak yang harus dimintai keterangan serta bukti-bukti yang dikumpulkan sehubungan dengan adanya proses investigasi untuk mengungkap pengaduan yang ada. Kegaduhan yang terjadi harus disikapi dengan mempertimbangkan dampaknya, baik sisi positif maupun negatifnya sehingga whistleblowing system dapat dirancang secara memadai. Meskipun pada akhirnya Cyntia Cooper dianggap sebagai pahlawan dan membagikan pengalamannya dalam forum-forum diskusi tetapi untuk sampai ke tahap itu harus melalui proses yang sangat panjang dan berat.

Mekanisme perlindungan bagi saksi atau pelapor juga menjadi tantangan agar pelapor menjadi confidence dalam menyampaikan laporan dibahas pula pada kesempatan tersebut.

Director of Membership ACFE Indonesia Chapter, Mairizal Chaidir, selaku moderator mengingatkan perlunya mekanisme antisipatif dalam merancang whistleblowing system agar tidak dijadikan sarana untuk mempergunjingkan orang yang mengarah ke ghibah/fitnah.

Sampai berjumpa lagi di Round Table Discussion tahun depan…
(acfe-ic-publication)

2017-12-29T10:37:34+00:00 December 29th, 2017|
0
Connecting
Please wait...
Send a message

Sorry, we aren't online at the moment. Leave a message.

Your name
* Email
* Describe your issue
Login now

Need more help? Save time by starting your support request online.

Your name
* Email
* Describe your issue
We're online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?