Anti Fraud Opinion

Anti Fraud Opinion 2024-05-22T19:20:04+07:00

Laman “Anti-Fraud Opinion” ini merupakan laman yang khusus diperuntukan bagi artikel ilmiah populer.
Artikel ilmiah populer adalah karya tulis ilmiah yang berpedoman pada standar ilmiah, tetapi ditulis dengan bahasa yang umum atau populer untuk memudahkan pemahaman pembaca atas konteks ilmiah yang ditulis.
Persyaratan Pemuatan Artikel Di Laman Anti Fraud Opinion:
1. Tulisan dikirimkan ke alamat email: research.academic@acfe-indonesia.or.id.
2. Tulisan merupakan hasil karya orisinal penulis yang belum dimuat di media manapun.
3. Tulisan dikirim menggunakan word processing, maksimal terdiri dari 3000 kata
4. Tulisan yang masuk akan ditinjau terlebih dulu oleh Tim Redaksi sebelum dimuat.
5. Tulisan yang tidak dimuat akan dikembalikan kepada penulis (akan diinformasikan melalui email).
6. Tulisan yang dimuat menjadi milik ACFE Indonesia Chapter.
7. Setiap tulisan yang diterbitkan akan memperoleh sertifikat dengan angka kredit 3 CPE.

2305, 2024

BLUEPRINT OF INTEGRITY: CRAFTING INDONESIA’S COMPREHENSIVE ANTI-CORRUPTION STRATEGY

May 23rd, 2024|Categories: Artikel|Comments Off on BLUEPRINT OF INTEGRITY: CRAFTING INDONESIA’S COMPREHENSIVE ANTI-CORRUPTION STRATEGY

Corruption remains a formidable obstacle to economic and social development in Indonesia, affecting all levels of governance and spanning across various sectors. An effective national anti-corruption strategy is not just a policy choice but a necessity for ensuring sustainable growth and public trust. This strategy should be comprehensive, integrating preventive measures, enhancing legal frameworks, fostering a culture of integrity, and including specific reforms like criminalizing illicit enrichment and private sector corruption. Understanding the Indonesian Context Indonesia's fight against corruption has seen significant developments with the establishment of the Corruption Eradication Commission (KPK). Despite these efforts, the pervasiveness of corruption in Indonesia indicates a need for a more robust and multi-dimensional approach. The complexities of Indonesia’s political, social, and economic landscapes present unique challenges and opportunities in the fight against corruption. Key Components of an Effective Strategy Strengthening Institutions:* A critical step in combating corruption involves strengthening the institutions tasked with this mandate. This includes not only ensuring that bodies like the KPK have sufficient resources and independence to carry out their duties eff Ectively but also establishing other supportive institutions that can provide checks and balances. Ensuring that these bodies are free from political interference is crucial for maintaining their integrity and [...]

2205, 2024

FRAUD DALAM POLITIK: KONSEP AWAL

May 22nd, 2024|Categories: Artikel|Comments Off on FRAUD DALAM POLITIK: KONSEP AWAL

Dalam rumusan Association of Certified Fraud Examiners, fraud pada dasarnya adalah suatu hal yang mengandalkan tipu daya untuk memperoleh keuntungan. Ia akan menjadi suatu tindak kejahatan apabila seorang individu melakukan kebohongan atau muslihat untuk merampas kekayaan atau kepemilikan seseorang atau sebuah organisasi. Dari pemahaman ini, ada dua bagian kunci yang dapat dideteksi. Pertama, kebohongan sebagai sebuah tindakan. Kedua, merampas hak pihak lain sebagai tujuan. Bagian-bagian kunci ini berlaku umum. Di dunia swasta, sebagai contoh, bila seorang pegawai menerima kickback dari pihak ketiga demi ditunjuk menjadi vendor di tempat kerjanya, maka ia sedang melakukan tipu muslihat terhadap tempat kerjanya demi memperoleh keuntungan yang tidak seharusnya, yang sejatinya bersumber dari keuangan tempat kerjanya itu. Di dunia pemerintah, bila seorang aparat menerima dana lebih dari pihak lain demi meloloskan pembelian yang under specification, sejatinya ia melakukan tipu muslihat terhadap pemerintah dan merampas sejumlah hak, baik yang di sisi pemerintah, maupun di sisi masyarakat. Di dunia politik, bertebaran hal yang dapat dijadikan contoh, apalagi bila yang dijadikan penilai adalah masyarakat. Mereka cenderung menilai bahwa politisi itu berbohong bila mereka menjanjikan sesuatu tetapi tidak ditepati. Apalagi bila memang si politisi hanya mengumbar janji kosong tanpa niatan memenuhi. Soal janji tersebut sebetulnya sudah diusahakan untuk ditepati [...]

2105, 2024

NEPOTISME APAKAH PERSOALAN ETIK ATAUKAH PERBUATAN FRAUD?

May 21st, 2024|Categories: Artikel|Comments Off on NEPOTISME APAKAH PERSOALAN ETIK ATAUKAH PERBUATAN FRAUD?

Saat ini ramai dibicarakan tentang nepotisme. Penulis terinspirasi tulisan Nicole Loring (2023). Loring menemukan korupsi (fraud) politik di Asia Tenggara berbeda dengan di Amerika Serikat. Perbedaan ini karena salah satunya adalah sosio-kultural. Nepostisme merupakan salah satu yang diamati oleh Loring di Asia Tenggara yaitu Thailand. Tulisan lain oleh Yates (2022) menyoroti politik dinasti di Korea Utara. Yates dalam abstraksi tulisan journalnya bahkan menyatakan kelompok kerabat yang kejam menancapkan diri mereka dalam kekuasaan, mempraktikkan nepotisme, dan merusak institusi pemerintahan republik melalui suksesi dinasti. Nepotisme bukan hanya di sektor pemerintahan namun melanda juga sektor komersial yang kepemilikan mayoritasnya didominasi keluarga. Jeong & Kim (2022) menemukan bahwa di Korea Selatan dibandingkan orang dalam yang bukan keluarga, anggota keluarga lebih disukai ditunjuk di perusahaan yang bergengsi untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan reputasi. Perusahaan tersebut memberikan lingkungan organisasi yang terlindungi untuk terbentuknya nepotisme. Salah satu persoalan yang mengemuka tentang nepotisme adalah apakah makna nepotisme dan apakah nepotisme adalah terbatas perbuatan tidak patut atau tidak patut alias niretika ataukah merupakan fraud. Nepotisme menurut kamus Merriam-Webster adalah favoritisme (seperti dalam pengangkatan suatu pekerjaan) berdasarkan kekerabatan. Hal senada tentang nepotisme menurut kamus Cambridge adalah tindakan menggunakan kekuasaan atau pengaruh seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang baik atau keuntungan yang [...]

2304, 2024

MAKE RESEARCH GREAT AGAIN : PUTTING ETHICS BACK INTO RESEARCH

April 23rd, 2024|Categories: Artikel|Comments Off on MAKE RESEARCH GREAT AGAIN : PUTTING ETHICS BACK INTO RESEARCH

Research is an indispensable component of human progress and knowledge, functioning as an ever-evolving and pivotal procedure that molds our comprehension of the world. Research, at its essence, is a methodical investigation or inquiry undertaken to generate novel insights, substantiating preexisting theories, or resolving pragmatic challenges. A structured methodology is incorporated, which utilizes rigorous standards, empirical data, and critical examination to investigate inquiries, hypotheses, or phenomena. Research incorporates a broad range of academic fields, including social studies, artistic explorations, technological advancements, and scientific investigations. Numerous fundamental purposes are fulfilled by research, all of which contribute to the progression of knowledge and human comprehension. Among the most important purposes of research are knowledge expansion, problem-solving, theory validation, critical inquiry, and knowledge transfer. Although research procedures may differ depending on the subject and study goals, the research process has several similar steps. These stages include identifying research questions, conducting a literature review, designing the research, collecting and analyzing data, and making conclusions. Research methodologies comprise an array of strategies and procedures that are tailored to various scientific fields and objectives. Common research approaches include quantitative research, qualitative research, and mixed-method research. Excellent research is anticipated to yield significant implications for societies, individuals, [...]